Mina = Menjadi, Esa = Satu
Tanah Minahasa dulunya disebut Tanah Malesung teletak di Pulau Sulawesi bagian Utara pada posisi 0 derajat 55’ sampai 1 derajat - 55’ Lintang Utara, dan 124 derajat – 20” bujur timur. Luas tanah Minahasa sekitar 5.273 km persegi, termasuk didalamnya kota administratif Bitung, Kota Madya Manado, dan kota Tomohon. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Kep. Sangihe-Talaud dan sebelah Selatan dengan Kabupaten Bolaang-Mangondouw, batas timur dengan laut Maluku, dan batas barat dengan Laut Sulawesi.

Selasa, 03 Maret 2009

PEKAN RAYA KAWANUA, SUKSES !!

Pekan Raya Kawanua yang diselenggarakan kali ini terbilang sukses. Panitia yang di ketuai oleh Benny J. Mamoto mengundang sebagian besar masyarakat Kawanua yang berada di Jakarta dan sekitarnya untuk dapat hadir dan berpartisipasi. Tanggal 27 bertempat di Kampus ASMI Jl. Pacuan Kuda dan Tanggal 28 (Sportmall Kelapa Gading jarta Utara), berikut adalah para peserta dan perincian hasil dari lomba yang dicapai :

DAFTAR PESERTA KOLINTANG :
A. KATEGORI PEMULA KOLINTANG
NOMOR NAMA GRUP
1 MATUARI TUMPAAN Jr
2 TUMARENDEM STELLA MARIS TOMOHON
3 SMP Kr. WOLOAN TOMOHON
4 TUNAS RAMINDOS IKR JAKARTA TIMUR

B. KATEGORI WANITA KOLINTANG
NOMOR NAMA GRUP
1 "BINA IMAN REMAJA" St. YAKOBUS
2 MAWAR MERAH JAKARTA PUSAT
3 GELORA BUNG KARNO JAKARTA PUSAT
4 PUSPA JAKARTA TIMUR
5 NANDAYU PIPEBI JAKARTA PUSAT
6 PT. INDONESIA POWER JAKARTA PUSAT
7 ABIGAIL JAKARTA TIMUR
8 SMU RICCI KAB. TANGERANG
9 PSDD GMIM KARMEL LEMBEAN MINUT

C. KATEGORI UMUM KOLINTANG
NOMOR NAMA GRUP
1 MELATI JAYA JAKARTA SELATAN
2 D'BAPONTAR JAKARTA SELATAN
3 BETHLEHEM LANSOT TARERAN MINSEL
4 MA'ZANI KOTA TOMOHON
5 FAKULTAS SASTRA UNSRAT MANADO
6 GARDENA JAKARTA TIMUR
7 MATUARI TUMPAAN JAKARTA UTARA
8 SITAWENG KAB. TANGERANG
9 GMIM MARANATHA PASLATEN KOTA TOMOHON
10 TAMPOROK TUMALUNTUNG SULUT
11 HARMONY JAKARTA TIMUR
12 MALEOSAN SE'ENA KADOODAN MINUT
14 SUN FLOWER PINABETENGAN MINAHASA

Juara Kategori Pemula Kolintang
1. Tunas Ramindos IKR - Jakarta Timur
2. SMP Kr. Woloan Tomohon
3. Tumarendem Stella Maris Tomohon

Juara Kategori Wanita Kolintang
1. Gelora Bung Karno - Jakarta Pusat
2. Nandayu Pipebi - Jakarta Pusat
3. SMU Ricci - Kab. Tangerang
Harapan 1. Puspa
Harapan 2. Abigail Jakarta Timur
Harapan 3. PSSD GMIM Karmel Lembean - Minahasa Utara

Juara Kategori Umum Kolintang
1. D'Bapontar Jakarta Selatan
2. Harmony Jakarta Timur
3. Ma'Zani Tomohon
Harapan 1. GMIM Maranatha Tomohon
Harapan 2. Sitaweng Tangerang
Harapan 3. Matuari Tumpaan Jakarta Utara

Penghargaan perorangan Kolintang
Kategori Wanita
Penyanyi terbaik : Nandayu Pipebi
Melodi terbaik : SMU Ricci (2 org)
Bass Terbaik : Abigail Jakarta Timur

Kategori Umum Kolintang
Penyanyi terbaik : Ma'zani Tomohon
Melodi terbaik : Matuari Tumpaan Jakarta Utara
Bass terbaik : Harmony Jakarta Timur.


DAFTAR PESERTA MAENGKET
1 SMP Kr. WOLOAN TOMOHON
2 SMP KAT. BUNDA HATI KUDUS WOLOAN TOMOHON
3 SMP KAT. STELLA MARIS TOMOHON
4 SMPN 1 KAWANGKOAN

SERI B
1 SANGGAR CITRA BUDAYA- FAK, SASTRA UNSRAT
2 KERUKUNAN KAWANUA RURUKAN DI JAKARTA
3 KENDIS NI RENDEM KUWIL MINUT

SERI A
1 MATUARI TUMPAAN JAKARTA
2 MANGUNI RENDEM KUMELEMBUAI TOMOHON
3 KENDIS UMBANUA RURUKAN TOMOHON
4 RONDOZEN UMBANUA KAKASKASEN TOMOHON

JUARA MAENGKET REMAJA
1. SMP KATOLIK STELLA MARIS TOMOHON
2. SMP N 1 KAWANGKOAN
3. SMP Kr. WOLOAN
HARAPAN : SMP BUNDA HATI KUDUS TOMOHON

JUARA MAENGKET SERI A
1. KUMELEMBUAI TOMOHON MINAHASA
2. RURUKAN TOMOHON
3. RONDOZEN UMBANUA KAKASKASEN TOMOHON
4. MATUARI TUMPAAN JKT

JUARA MAENGKET SERI B
1. KUWIL MINUT
2. RURUKAN JKT
3. FAK SASTRA UNSRAT

JUARA-JUARA PERMAINAN RAKYAT :

JUARA I FUTSAL
: TARUNA BASIS SILIWANGI
: CILILITAN JAKARTA TIMUR

JUARA II FUTSAL
: GRYA TIPAR CAKUNG

JUARA III FUTSAL
: BENTENG KAMPUS UNGU

JUARA CATUR
JUARA I : JANSEN WULUR
JUARA II : BOYKE PARUNTU
JUARA III : SULEMAN POLUAKAN

Terima Kasih Atas dukungan dan Doa yang telah diberikan.

Kamis, 22 Januari 2009

Banjir di Jakarta sampai Kerusuhan di Timur Tengah

Badan serasa lemas, waktu terasa berhenti sesaat, akhirnya kakipun sulit digerakkan. Sambil garuk kepala mulutku menganga ketika mendengar hasil keputusan rapat Panitia Jakarta, yang menunda Acara Pekan Raya Kawanua. Benar-benar telepon malam hari itu sungguh sangat mengganggu pikiranKu. Padahal, rencana acara Pekan raya kawanua tersebut sudah tersusun mantap. Undangan - undangan telah dibagikan ke tumpukan-tumpukan atau grup-grup kesenian, pamflet yang berisikan undangan telah disebarkan ke masyarakat luas, konfirmasi dengan peserta yang akan berangkat telah dilaksanakan. Bahkan, ada beberapa tumpukan yang sudah memegang tiket ditangan dan ada lagi yang sudah memesan reservasi hotel di Jakarta. Apa boleh dikata, rencana tinggalah rencana tapi di Atas yang menentukan.
Hujan di Jakarta kali ini telah membuyarkan segala planning, Pekan Raya Kawanua di tunda karena banjir. Serangan Israel ke jalur Gaza pun ter implementasikan di kubu Panitia Manado, yang di haruskan berhadapan dengan para pemegang tiket. Pendekatan pun dilakukan, baik dengan pemegang tiket, jasa travel sampai dengan jasa penerbangan. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan pengembalian ataupun penundaan penerbangan. Yang namanya bencana alam siapa yang menduga? biasanya ada yang namanya pawang hujan tapi belum pernah Kudengar ada pawang banjir.... Oh, seandainya ada. Salah - salah-salah mo manari Maengket diatas air stenga meter depe tinggi....?? Bae le ada itu mo pi ba uni ?? Semoga dengan ditunda acara PRK ini para peserta mendapatkan kesempatan perpanjangan waktu untuk latihan dan untuk mencari tambahan sponsor.

Rabu, 21 Januari 2009

INFORMASI ACARA PRK (Updated)

Kepada Yth,

Pimpinan Tumpukan Maengket dan
Pimpinan Grup Kolintang
Peserta Lomba Tingkat Nasional

Di
Tempat


Salam Budaya,

Sehubungan dengan rencana pelaksanaan lomba tingkat nasional Maengket dan Kolintang di Jakarta yang semula direncanakan tanggal 29-31 Januari 2009, dengan ini Panitia menyampaikan perkembangan situasi cuaca yang memaksa Panitia untuk menunda pelaksanaannya.
Adapun alasan dan pertimbangan yang mendasari penundaan tersebut adalah :
1. Prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Pusat Prediksi Iklim Badan Nasional Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOAA) yang dimuat dalam berita Suara Pembaruan Jumat tanggal 16 Januari 2009 yang pada intinya menyatakan bahwa puncak curah hujan terjadi pada akhir Januari 2009, bertepatan dengan penyelenggaraan lomba (kliping koran terlampir).
2. Cuaca pada akhir-akhir ini di Jakarta, hujan turun deras dan menimbulkan banjir di lokasi tempat penyelenggaraan lomba.
3. Apabila lomba tetap dilaksanakan, maka diperkirakan penonton akan sepi, sehingga kurang menarik dan tentunya akan mengecewakan para pemain/peserta lomba.
4. Banjir akan menimbulkan kemacetan dimana-mana, hal ini akan mengganggu konsentrasi para peserta, yang dapat menurunkan kwalitas penampilan dalam lomba.
Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka dengan terpaksa pelaksanaan lomba ditunda waktunya menjadi akhir Februari atau awal Maret 2009 dan kepastian tanggal akan disampaikan dalam waktu dekat. Diharapkan penundaan waktu ini akan memberi tambahan waktu persiapan bagi para peserta untuk berlatih dan menyiapkan segala sesuatunya. Disamping itu, diharapkan pula akan bertambah peserta yang akan mengikuti lomba.
Demikianlah pemberitahuan ini disampaikan, kiranya Bapak/Ibu dapat memakluminya, demi kebaikan bersama dan suksesnya acara lomba kita.

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.


Jakarta, 20 Januari 2009
KETUA UMUM PANITIA





DR. BENNY J. MAMOTO

Selasa, 20 Januari 2009

Tanggapan atas pernyataan Gubernur Sarundajang sebelumnya KAIN BENTENAN: SIAPA JIPLAK SIAPA ?

(Oleh:Joutje Ariel Koapaha: Pemerhati Sejarah/Budaya Minahasa; Dosen UNIMA)

Membaca dan mencermati pernyataan Gubernur Sulawesi Utara, bapak Drs. S.H. Sarundajang di halaman depan harian surat kabar Komentar yang terbit Rabu (26/09/2007) dengan judul “Gubernur: Jangan Jiplak Tenunan Kain Bentenan” mengundang penulis untuk menanggapinya karena banyak hal-hal yang belum jelas dan membingungkan. Apalagi pernyataan Gubernur Sarundajang tersebut ditujuhkan kepada para pedagang kain atau siapa saja, yang bila melalukan tiruan atau jiplakan atas karya budaya kain tenun Bentenan, dapat dituntut secara hukum oleh Yayasan Karema. Bagi penulis pernyataan Gubernur dan klaim Yayasan Karema itu masih sangat kabur dan tidak mendasar. Sebab yang namanya kain tenun Bentenan asli, disitu melekat hampir semua etnik Minahasa yang ada sekarang dimana aspek historisnya belum ada kesepahaman dan kesepakatan diantara yang berkompeten. Bahkan hal ini sempat berkembang hangat dalam tanya-jawab peserta seminar sehari (namun tidak memperoleh jawaban yang jelas dan meyakinkan dari para Pemakalah dalam seminar tersebut) yang berlangsung pada 26 September 2007 di wisma Sofie, Bentenan Center Desa Kolongan Atas Sonder, Kabupaten Minahasa, dimana penulis turut aktif berpartisipasi sebagai peserta seminar tersebut. Bahkan ada seorang ibu yang mempertanyakan ”mengapa Bentenan Senter tidak dibangun di wilayah wanua Bentenan, Kecamatan Posumaen Kabupaten MITRA sekarang” ? Bagi penulis, Yayasan Karema hanya dapat menuntut mereka (atau siapa saja) yang meniru atau menjiplak hasil desain, karya, dan kreasi yang merupakan produk baru dari Yayasan Karema semata wayang. Karena yang namanya Kain Tenun Bentenan seperti Pinatikan Bantik, Kaiwu Patola, dan lain-lain itu telah dibuat dan sudah eksis sejak ratusan tahun bahkan berabad yang lalu, lantas kemudian hilang dari peredarannya sejak 200 tahun terakhir. Ibaratnya kain tenun Bentenan ini sama dengan ikan Si Raja Laut (Coelacanth sp) yang sudah dinyatakan punah/hilang lantas beberapa tahun terakhir ini diketemukan kembali di perairan sekitar pulau Sulawesi, bahkan dikawasan reklamasi Teluk Manado. Walaupun ikan tersebut diketemukan di laut Sulawesi oleh nelayan pantai Bahu dan oleh peneliti Jepang Cs, mereka tidak pernah mengklaim sebagai pemilik lesensi (apalagi otentik) atas ikan si Raja Laut tersebut...


Senin, 22 Desember 2008

Tuhan masih memberi waktu


karya Benny J. Mamoto

Di tengah malam
aku duduk seorang diri
Di beranda rumahku di Tompaso sambil merenung.
hawa dingin menusuk tulang-tulangku
yang semakin menua.

Hujan gerimis jatuh di atap seng
menimbulkan bunyi gemericik riuh rendah.
Suara kodok dan jangkrik bersaut-sautan,
berpadu dalam keharmonisan malam.

Pikiranku menerawang jauh.
kesibukan kerja sehari-hari
membuat aku tidak punya waktu...

*Sambutan Ketua Umum Panitia Festival Seni Budaya /Ketua sekaligus pendiri Institut Seni Budaya Sulawesi Utara, yang direfleksikan melalui pembacaan puisi yang ditulisnya. Dibaca pada malam penghargaan Seni Budaya Sulut, mcc 15 des' 2008.

Kamis, 18 Desember 2008

Malam Penganugerahan Seni Budaya Sulawesi Utara


MCC, Senin Malam 15 Desember 2008.

Halaman parkir Gedung Manado Convention Center terisi penuh oleh mobil-mobil para undangan pada malam hari itu. Gerimis hujan berjatuhan namun cahaya lampu yang bersinar terang dari dalam gedung menghangatkan ratusan hadirin yang kebanyakan berlatar belakang seniman dan budayawan se-Sulawesi Utara tersebut. seniman, budayawan, pemerhati seni, peneliti seni, pelaku seni .... dari semua jenis seni dan budaya. Terlihat misalnya Titus Loho (Maestro Maengket Tombulu), Merdeka Gedoan (Budayawan) Yessy Wenas (Pencipta Lagu) Tedy Kumaat (seniman teater), Ibu Sus Sualang Pangemanan (Ketua Dewan Seni Budaya Sulut), Eric MF. Dajoh (wartawan senior/dedengkot teater) dan lain-lain....

Kamis, 04 Desember 2008

REKOR MURI BERMAIN BRIDGE MASSAL

Sulawesi Utara dan olahraga Bridge sudah menyatu. Sejarah telah mencatat, dari berbagai lomba maupun kejuaraan Bridge baik di regional, nasional maupun international, para olahragawan olahragawati Bridge Sulawesi Utara sangat diperhitungkan dan selalu mendominasi rangking juara.
Dan untuk makin mempertegas bahwa Bridge adalah olahraga rakyat Sulawesi Utara yang murah sekaligus membangkitkan kebanggaan generasi muda pada olahraga otak ini, Institut Seni Budaya Sulawesi Utara dalam waktu dekat ini berencana menggelar acara spektakuler PENCIPTAAN REKOR MURI BERMAIN BRIDGE MASSAL. Acara ini diharapkan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi pengembangan olahraga Bridge di Sulawesi Utara.
Sehubungan dengan acara tersebut, kami mengajak sekolah/Klub/masyarakat umum pencinta olahraga Bridge untuk bersama-sama dengan kami dalam mengukir sejarah baru dunia Bridge Sulawesi Utara dalam PENCIPTAAN REKOR MURI BERMAIN BRIDGE MASSAL.
Keikutsertaan Bapak/Ibu/Sdr/i dalam acara tersebut akan menjadi momentum yang nyata bahwa kita tidak sekedar peduli tetapi sudah berbuat demi pengembangan olahraga BRIDGE Sulawesi Utara. Terima kasih.

Institut Seni Budaya Sulut